Andi
Member VIP II
Jam selesai, bukan durasi. Itu yang bikin saya berhenti tepat waktu.
Jadwal bukan pembatas yang membosankan, melainkan cara menjaga agar hobi tetap hobi. Tanpa jadwal, satu sesi bisa memakan waktu kerja, lalu berakhir dengan penyesalan yang tidak ada hubungannya dengan hasil permainan. Tiga keputusan sudah cukup. Pertama, tentukan jam mulai dan jam selesai, bukan durasi. Jam selesai lebih kuat karena ia berlaku mutlak, sementara durasi mudah diperpanjang. Kedua, tentukan batas dana untuk satu sesi, dan pisahkan dari uang kebutuhan sehari-hari. Ketiga, catat hasil sesi dalam satu baris: tanggal, durasi, dan selisih saldo. Catatan satu baris terasa sepele, tetapi setelah dua minggu ia menjadi data yang jujur, jauh lebih jujur daripada ingatan. Yang penting dipahami: jadwal tidak membuat permainan lebih mudah dimenangkan. Ia hanya menjaga dua hal yang tidak bisa dibeli kembali, yaitu waktu dan ketenangan. Kalau satu sesi melewati jam selesai, hentikan tanpa mengejar apa pun; sesi berikutnya tetap ada.
Alarm lebih efektif daripada niat. Pasang pengingat sepuluh menit sebelum jam selesai, lalu berhenti tepat waktu tanpa melihat sisa saldo. Keputusan berhenti paling sulit diambil tepat setelah hasil bagus maupun setelah hasil buruk; jadwal memindahkan keputusan itu ke waktu yang netral.